Curug Bibijilan: Buniayu, Sagaranten

Curug Bibijilan

Dua postingan saya sebelumnya menceritakan bagaimana indahnya Gua Buniayu dan oleh-oleh apa yang kami dapat dari setiap jalur yang kami lewati. Tapi tentunya oleh-oleh yang melekat pada pakaian kami hingga keluar gua tak lain adalah LUMPUR bak lelahan Chocolate. Tentunya kami ingin membersihkannya, di mana membersihkannya?. Curug Bibijilan inilah jawabannya.

Curug Bibijilan yang terletak tak jauh dari Gua Buniayu, menjadi alternatif paling baik untuk membersihkan diri. Curug ini bisa ditempuh kurang lebih 45 menit dari mulut gua tempat kami keluar dengan berjalan kaki. Nah, kami berjalan melewati hutan-hutan pinus yang teduh. Pemandangannya asik loh.

Curug Bibijilan
Membersihakna badan di Curug Bibijilan

Curugnya bersih, teduh, airnya dingin dan deras. Memiliki ketinggian sekitar 100 meter dengan air berwarna hijau tosca. Kami membenamkan separuh badan untuk membuat lumpur-lumpur itu enyah dari pakaian kami. Saya buru-buru membersihkan diri, ga pake acara maen-maen. Saya sabet kamera yang saya dititipkan di Yusfi. Kamera ditangan dan saya mulai mengabadikan moment indah ini.

Beberapa teman ada yang bertingkah bak anak kecil, main perosotan diair terjun. Terlihat segar sekali.

Debit air hari itu (14/9/2013), tidak begitu besar, namun cukup deras. Curug ini seperti tercipta sepasang dengan Gua Buniayu. Setelah kotor-kotoran di Gua, makan di curug ini kita maen bersih-bersihan. Kotor siapa takut. hehe

Curug ini ternyata punya fungsi lain bagi masyarakat sekitarnya. Pipa-pipa tersebut katanya digunakan untuk mengalirkan air bagi warga. Curug ini penghidupan bagi warga sekitar. Beruntunglah mereka masih punya sumber air, dimana saudara-saudara sebangsa kita mengalami kekeringan dan harus membeli air demi kelangsungan hidupnya.

Ada bebunyian yang khas dari curug ini, yaitu bunyi alat pemompa air. Bunyi dua besi yang saling bertubrukan yang beirama dan memuntahkan air. Like a picture

Semoga curug ini tetap lestari, tetap di eksplorasi bukan di ekploitasi.

Tiba-tiba perut terasa keroncongan. Lapar, waktunya pulang ke camp. tempat kami menginap. Butuh jalan 1 jam untuk bisa sampai kesana. Bagaimana ceritanya??

Curug Bibijilan
Foto dulu ah di hutan pinus 🙂

See you in our camp!

Bersambung disini!

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 3 =