Tarian Cantik Sang Puteri Mandalika

Hujan tak menyurutkan aksi para penari cantik ini untuk mempersembahkan tarian Puteri Mandalika pada perayaan Perang Topat.”

Masih dari acara Perang Topat, tiba waktunya para penari cantik ini beraksi. Mereka membawakan sebuah tarian yang namanya diambil dari nama seorang puteri yang tersohor di Pulau Lombok. Puteri Mandalika namanya, nama yang cantik bukan?

Siapakah Puteri Mandalika, hingga namanya diabadikan dalam sebuah tarian?

Puteri Mandalika merupakan anak dari Raja Tonjang Beru dan Dewi Seranting yang berasal dari Kerajaan Tanjung Bitu di Pantai Lombok Selatan. Puteri Mandalika terkenal sebagai puteri yang cantik jelita, cerdas, bijaksana, ramah, dan sopan. Sempurna banget kan?

Alkisah, karena saking cantiknya Sang Puteri, banyak pangeran yang mendamba mempersuntingnya. Akan tetapi, tak satupun pinangan dari pangeran-pangeran ini yang berkenan dihati Sang Puteri. Permusuhan pun terjadi antara pangeran-pangeran ini. Pertarungan pun akan dimulai, mereka yang menang berhak untuk mendekati Sang Puteri. Singkat cerita, jadilah Sang Puteri menceburkan diri ke Pantai Seger. Ia sirna ditelan lautan.

Balik lagi ke tarian Puteri Mandalika yang merupakan tarian khas dari Pulau Lombok. Tarian ini menjadi tarian untuk mengenang Puteri Mandalika. Tarian yang saya saksikan ini dibawakan oleh tiga orang penari, salah satu diantara mereka, berperan sebagai Sang Puteri dan memiliki ritme teratur, pelan, lemah gemulai ini sungguh cantik.

Penari yang berperan sebagai Sang Puteri
Penari yang berperan sebagai Sang Puteri Mandalika
Sang puteri berlari-lari kecil menghampiri dua dayang-dayang. Ia seolah-olah memberi perintah, kemudian memberi restunya
Dayang-dayang dan Sang Puteri
tarian puteri mandalika
Dayang-dayang Sang Puteri Mandalika

Mereka menari dengan luwes. Membungkuk, memutar, berlalri kecil, dan bergoyang dengan anggun. Sang Puteri berlari kecil mengampiri dayang dayang, mengangkat kedua tangan seolah sedang meminta sesuatu. Kemudian, ia letakkan kedua tangan yang membentang selendang kehadapan dayang-dayang seolah memberi restu. Setelahnya, dayang-dayang tersebut menari kembali disertai Sang Puteri Mandalika.

Menyenangkan bisa menyaksikan kekayaan tarian nusantara secara langsung. Berharap selamanya tarian tersebut tetap bisa disaksikan dan diperankan generasi mendatang. Mari kita lestarikan bersama.

Mari berkelana, bahagia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 2 =