[TERIOS] Borneo Wild Adventure: Nature and Cultural Exploration

Mendengar kata Borneo membawa saya pada memori dimasa kuliah dulu. Saya teringat film yang saya tonton dalam praktikum mata kuliah Vertebrata. Mata Kuliah yang membahas mengenai hewan-hewan bertulang belakang. Sebuah film yang menceritakan kehidupan di belantara hutan Kalimantan yang merupakan bagian dari Borneo. Kenapa saya menyebutnya bagian? karena Borneo mencakup sebagian wilayah Malaysia.

Kawasan hijau terbentang luas, yang di dalamnya hidup berbagai hewan endemik bahkan eksotis yang beragam. Mulai dari Orangutan sampai Bekantan. Kehidupan Orangutan Kalimantan yang memiliki nama ilmiah (Pongo pygmaeus) ini begitu sejahtera. Mereka bisa moving didaerah hutan untuk mencari makan (feeding), playing diantara ranting pepohonan, bahkan membuat sarang di pohon-pohon yang menjulang menuju langit. Orangutan memiliki 97% DNA yang menyerupai kita sebagai manusia. Matanya yang besar kadang seolah memberi arti mengajak kita untuk berinteraksi. Saya pernah membayangkan untuk bisa bertemu mereka di habitat alaminya, ditempat mereka hidup, hanya sekedar ingin tahu bagaimana mereka bertahan saat hutan tempat tinggal mereka semakin tergerus.

orangutan
I want to see u in the wild

Saya sering mendengar singkatan BOS yang tak lain adalah Borneo Orangutan Survival Foundation dari beberapa kawan yang memang melakukan penelitian mengenai Orangutan. Yayasan yang bergerak dalam penyelamatan Orangutan, mulai dari rescue sampai reintroduction. Yayasan yang berlokasi tak jauh dari Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini telah melakukan kegiatan konservasi Orangutan sejak tahun 1999. Bisa mengunjunginya dan melihat bagaimana Orangutan di rehabilitasi menjadi pengetahuan tersediri setelah sebelumnya saya terlibat dalam rehabilitasi Macaca di sebuah yayasan konservasi saat masih kuliah.

In all works on Natural History, we constantly find details of the marvellous adaptation of animals to their food, their habits, and the localities in which they are found-Alfred Russel Wallace

Balik lagi ke film. Pada bagian kedua, tampillah sang Icon Dufan sebagai bintangnya. Bekantan atau yang memiliki nama ilmiah Nasalis larvatus. Bekantan merupakan hewan arboreal (banyak menghabiskan waktunya di pepohonan). Ada adegan dimana hewan ini meloncat dari satu pohon kepohon lain melintasi sungai. Hal itu menakjubkan bagi saya. Karena tak hanya satu ekor yang melompat, ada beberapa ekor Bekantan yang melakukan adegan perpindahan itu, karena pada dasaranya Bekantan hidup secara berkelompok. Untuk membedakan mana yang jantan dan betina pada Bekantan atau monyet belanda ini, cukup dengan melihat hidungnya saja. Dimana jantan memiliki hidup lebih besar dari betina. Berada di dalam hutan dan mengamati perilaku mereka akan jadi pengalaman berharga bagi saya. Membayangkan mereka yang terancam punah, membuat saya berkeras hati untuk pergi menengoknya di Pulau Kaget yang berlokasi dekat Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Cerita film memang usai tapi cerita tentang Kalimantan belum usai. Rimba hutan Kalimantan juga terkenal dengan para penjaganya. Yup, mereka adalah masyarakat Dayak. Ternyata ada banyak masyarakat Dayak yang terdapat di Kalimantan, setelah saya membaca sebuah buku mengenai Kelompok Adat Terpencil. Mereka hidup di dalam hutan dan beberapa tidak mendapat akses berupa listrik dan pelayanan sosial. Saya membayangkan kehidupan yang begitu sederhana dan tradisional di dalamnya. Saya tertarik untuk mengenal mereka lebih dekat dan membaur dalam kehidupan mereka. Mengenal budayanya, mendengar sejarahnya, melihat kesehariannya, mungkin akan menjadi salah satu cerita tentang Suku di Indonesia dalam diary perjalanan saya setelah Baduy, Sasak, dan Bayan. Karena sebuah pertanyaan selalu hinggap di benak saya, Dari manakah manusia Indonesia berasal?

Kalimantan juga terkenal dengan spot diving yang diminati wisatawan mancanegara. Maratua tepatnya. Pulau yang konon seperti surga, yang berulang-ulang kali menjadi tayangan di beberapa acara traveling di televisi. Pulau ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi ketika  berkunjung ke Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Trumbu karang yang cantik, serta biota laut yang unik dan beragam, menjadi daya tarik bagi mereka para diver.

Kalimantan yang terkenal luas, dengan akses transportasi yang terbilang sulit, kadang menyurutkan tekad untuk menjelajahinya. Medan yang berat karena tekstur tanah merah dan kondisi jalan  berlumpur  menjadi pertimbangan yang luar biasa ketika memilih kendaraan yang akan digunakan. New Daihatsu Terios ternyata bisa menjadi solusinya. Tampilan exterior yang gagah dengan grill berlapis krom menguatkan New Daihatsu Terios layaknya sahabat petualang yang siap menaklukan belantara. Selain itu, interior yang mewah dengan jok yang nyaman, Double AC Blower yang ga akan bikin kita kepanasan, serta Video double din with HDMI dan USB Connector yang siap memutar lagu-lagu kesayangan, mengiringi petualangan tak terlupakan. New Daihatsu Terios juga ramah dikantong, karena hemat bahan bakar. Bayangkan saja, hanya dengan 1 liter BBM kita mampu melakukan perjalanan sejauh 12 km. Hemat bukan? Terlebih lagi mobil ini dilengkapi kamera belakang yang memudahkan kita untuk parkir di area-area yang sempit. Aman dong pastinya. Dengan mesin yang bertenaga tinggi  yaitu 109 PS/600 rpm dengan torsi maksimal 14.4/4.400 membuat mobil ini mantap digunakan di jalan-jalan yang menanjak berliku, semacam mendaki gunung lewati lembah gitu deh. Kurang apalagi coba. Jadi pengen menjajal. Yuk, kita ke Borneo… Saya siap 🙂

terios
Terios sahabat petualang, Photo from google

Jika saya terpilih menjadi salah satu pemenang Terios7Wonders 2015: Borneo Wild Adventure, saya ingin mengekplorasi tempat-tempat yang akan dikunjungi baik itu potensi alam, budaya, maupun kulinernya. Mencoba mengkonfirmasi sedikit pengetahuan yang saya dapat di bangku kuliah, melihatnya dalam nyata. Mengenal Dayak lebih dekat, ga cuma dari buku dan dunia maya. Karena pada dasarnya saya sangat tertarik dengan alam dan budaya Indonesia yang menyimpan berjuta tanda tanya.

Truth is born into this world only with pangs and tribulations, and every fresh truth is received unwillingly-Alfred Russel Wallace

Tulisan ini diikut sertakan dalam kompetisi menulis  Terios7Wonders 2015: Borneo Wild Adventure. Semoga saya menjadi salah satu pemenangnya. Hope my dream come true. 

8d82f6337061ed3d2adeb423de340ef3

Slide1
Bukti screen shoot
Screen Shot 2015-08-06 at 10.38.51 PM
Bukti Screen shoot Tweet

Salam,

Nunuz

Artikel ini masuk dalam 50 besar finalis Terios7wonders, semoga tahun depan bisa masuk 3 besar. Coba lagi..hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 4 =