Legon Guru, Surga Kecil di Ujung Barat Pulau Jawa

on GIK P1380953 copy

Satu hari dalam setahun saya duduk di Pantai ini hanya untuk menunggu Sang Dewi Siang bertukar tugas dengan Sang Dewi Malam. Pantai ini adalah “Surga Kecil” saya. Bagaimana tidak, lokasinya berada tak jauh dari rumah nenek, cukup berjalan kaki saja. Pemandangan senja yang menawan, selalu saya tunggu untuk kemudian diabadikan dalam lensa kamera saya.

Legon guru terletak di Desa Cigorondong, Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Jika hendak ke Taman Jaya (salah satu darmaga penyebrangan ke Taman Nasional Ujung Kulon), pantai ini akan kalian lewati. Lokasinya tidak persis di pinggir jalan.

Tempat ini adalah spot pribadi saya, yang sebenarnya enggan saya bagi. Khawatir banyak yang berkunjung dan meninggalkan sampah di tempat ini. Karena itu yang saya lihat di tempat-tempat indah di Indonesia ketika marak di kunjungi wisatawan akhir-akhir ini. Namun, tahun ini saya membaginya kepada teman-teman saya, hanya karena sekedar ingin berbagi memori akan senja yang indah bersama.

Hari itu pertengahan Juni 2015. Selepas subuh, kami berlarian keluar rumah untuk menuju pantai ini. Ditemani sepupu saya, kami mencoba menyusuri pantai di pagi hari. Niat hati ingin melihat matahari terbit dan langit biru, namun alam tak menghendaki itu. Cuaca mendung dan awan hitam pun menggantung menyelimuti langit.

Pagi yang mendung di Legon Guru
Pagi yang mendung di Legon Guru
Bangkai Perahu
Bangkai Perahu

Lama kami ditempat ini, hingga pada akhirnya perut keroncongan memaksa kami meninggalkan pantai ini. Kembali ke rumah, kemudian bebenah untuk susur pantai. Hari itu, kami memang berencana menyusuri pantai barat Pulau Jawa hingga perbatasan taman nasional. Tapi saya tak hendak menceritakan pantai yang lain di tulisan ini. Mungkin nanti di tulisan saya berikutnya.

Balik lagi ke Pantai Legon Guru. Sore hari kami kembali lagi ketempat ini. Kami berlarian ketika mulai melihat semburat warna jingga di langit, takut telat mengabadikan sunset. Saya bergegas menyiapkan tripod, mengatur kamera, dan cheers foto bersama.

Siluet
Siluet

Matahari kian turun ke batas horizon, saya berharap mendapatkan moment seperti yang saya dapat di tahun 2012 dan 2013. Tapi alam tak menghendakinya. Sang Dewi Siang masuk dalam gumpalan awan sebelum sampai pada horizon.

Senja di Bulan Juni
Senja di Bulan Juni
Bangkai Perahu berpadu senja
Bangkai Perahu berpadu senja

Senja yang terindah yang pernah saya abadikan. Ini yang membuat teman-teman saya rela berjam-jam melewati jalanan berliku, rusak, dan memacu adrenaline.

Senja di Pertengahan Tahun 2012
Senja di Pertengahan Tahun 2012
Senja di Pertengahn Tahun 2013
Senja di Pertengahn Tahun 2013
Senja di Pertengahan Tahun 2014
Senja di Pertengahan Tahun 2014

Saya tak keberatan membagi spot ini dengan kalian. Tapi dengan tiga syarat,

1. Jangan membunuh apapun selain waktu

2. Jangan meninggalkan apapun selain jejak

3. Jangan mengambil apapun selain foto dan video

Cheers,

Nunuz

Di posting juga di sini

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 1 =