Mémoire, antara kita dan semesta

on blog P1200194 copy

Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, Ingatlah hari ini…

Tentunya tak asing dengan penggalan kalimat diatas. Yup, penggalan sebuah lirik dari lagunya Project Pop. Saya suka liriknya.

Hari itu, enam tahun silam saya sama seperti kalian. Mengikuti diklat di Selabintana ini untuk bisa resmi masuk ke Organisasi ini. Organisasi yang ternyata malah bukan sekedar tempat pelarian, melainkan menjadi rumah bagi saya. Tempat saya pulang bertemu dengan keluarga saya. Tak terasa enam tahun berlalu, anggota keluarga bertambah setiap tahunnya. Belajar, bermain, dan berbagi menjadi hal yang mengasikan di keluarga ini. Dari sini kecintaan saya terhadap alam dan keanekaragaman hayati bermula.

Presentasi hasil eksplorasi
Presentasi hasil eksplorasi

Hari itu (9 Februari 2014), saya melantik kalian manjadi anggota baru di keluarga kami tercinta. Ada haru ketika saya melihat betapa banyak keluarga saya saat ini. Mereka menggunakan pakaian yang sama, Jaket OWA, Baju Lapang OWA, dan tak lupa slayer OWA. Hari itu kita membuat Oranye dan Hijau menjadi bauran warna yang ciamik.

Asiknya rame-rame
Asiknya rame-rame

Di tempat indah ini, Pondok Halimun, menjadi saksi kalian berkomitmen untuk membuat OWA lebih baik dari sebelumnya. Menyamakan cita-cita dan berusaha meraihnya bersama.

Saya belajar banyak dari sini, dari kalian yang setiap tahunnya datang dan pergi. Saya belajar sabar, tegas, berbagi, pantang menyerah, negosiasi, dan lain sebagainya disini. Saya selalu bilang, ambillah yang baik dari sini, yang buruk tak usah ditiru. Selalu ada rindu akan kalian, apalagi kalau suasana makan bersama seperti ini.

Berbagi makanan
Berbagi makanan
Porsi selebar daun pisang
Porsi selebar daun pisang

Selamat datang keluarga baru kami. Tentunya setelah hari ini, kalian akan melukis sejarah baru untuk OWA. Jika kalian lelah, pesimis, maka Ingatlah Hari Ini… Hari dimana kita bersama, berjuang bersama, menangis dan tersenyum bersama….

Welcome to the OWA jungle
Welcome to the OWA jungle

Next kita kemana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 8 =