Cerita dari Banten Beach Festival 2015

on blog DSC00068 copy

Berawal dari rasa penasaran menyaksikan festival layang-layang yang biasanya hanya dilakukan di Bali dan Pangandaran. Saya sangat tertarik ketika ada perhelatan serupa di sebuah pantai yang berlokasi tak jauh dari tempat tinggal saya. Langsung mark kalender dan mengajak beberapa teman untuk mengikuti Banten Beach Festival 2015. Menurut keterangan yang saya baca di webnya sih bakalan ada festival layang-layang internasional, water sport, green fun walk, dan lomba fotografi. Menurut webnya sih acara ini rutin diadakan setiap tahun, dan baru tahun ini saya dapat mengakses infomasi tersebut. Kurang gaul nih saya 🙁

Acara tersebut dilakukan selama 3 hari yaitu 27, 28, 29 November 2015. Saya penasaran dengan acara ini, kapan lagi menyaksikan festival di kampung sendiri, malah berburu festival di kampung orang. Akhirnya saya meninggalkan pesan di web tersebut, menanyakan ada biaya untuk menyaksikan acara ini atau tidak, karena ada festival tertentu yang memasang harga tiket masuk, tapi hasilnya nihil, tak ada jawaban.

Menjelang hari H, saya juga sempat bingung, untuk datang di hari apa dan jam berapa. Karena saya hanya ingin menyaksikan penerbangan 1000 layang-layang. Tak ada contact person yang bisa saya hubungi untuk bertanya. Tak ada jadwal acara yang bisa saya akses untuk bisa memilih pagelaran apa yang ingin saya saksikan.

Saya datang di hari kedua, dengan asumsi hari pertama pasti pembukaan yang penuh dengan pidato. Akhirnya saya datang siang hari di hari kedua tersebut, dengan asumsi bahwa layang-layang membutuhkan angin yang kencang untuk bisa terbang. Waktu kecil sih saya main layangan siang sampai sore, pas anginnya super kencang.

Saya memilih lewat Labuan untuk mengakses Pantai Tawing yang menjadi lokasi acara ini. Sepanjang jalan saya mencari-cari baliho atau reklame tentang acara ini. Tapi hal itu hanya bisa saya temukan kira-kira 200 meter sebelum tempat acara. Sempat bingung juga, nih acara ada atau ga? jangan-jangan saya salah lihat tahun.

Kami membayar tiket masuk kendaraan seharga 70 ribu untuk kendaraan roda empat. Saya sempat bertanya festival layang-layangnya sudah dilaksanakan atau belum kepada mba penjaga pintu masuk. Dan ternyata sudah tadi pagi, entah pagi jam berapa. *Hati pecah dengernya 🙁

Ya sudahlah mari berfoto saja…

Festival layang-layang
Festival layang-layang
Angkat Bang Mamotnya
Angkat Bang Mamotnya
Yah Tedy Bearnya Jatuh
Yah Tedy Bearnya Jatuh
Under the super kite
Under the super kite
Antre membagikan layang-layang mini
Antre membagikan layang-layang mini
Playing at Tawing Beach
Playing at Tawing Beach
Bermain Ombak di Pantai Tawing
Bermain Ombak di Pantai Tawing
Banan Boat
Banan Boat

Tak lama setelah saya mengambil beberapa foto, melihat-lihat stand pameran disana, dan menyaksikan orang-orang berlomba makan hotdog, hujan turun. Dan langit bersih tanpa layangan.

Saya masuk ke dalam mobil, dan berlalu meninggalkan Pantai Tawing dengan sedikit kecewa. Ya, mungkin ekspektasi saya terlalu berlebihan akan sebuah festival layang-layang. Semoga bisa melihat festival layang-layang di tempat lain tahun depan, dan semoga pelaksanaanya tidak di musim hujan.

Pemilihan waktu, kejelasan sebuah acara, dan kemudahan mendapatkaan akses mengenai sebuah perhelatan, tampaknya menjadi poin penting yang akan membuat suatu acara tersebut diminati.

Jujur saja, bagi para pelancong yang budgetnya limited macam saya, suatu acara yang ada tulisan Free dan konten-konten acara yang jelas, menjadi daya tarik yang tak bisa dielakkan. Yang tadinya ga tanggal merah, mendadak jadi tanggal merah di kalender. 🙂

Seperti tagline acara ini “Terbangkan Impianmu Bersama Layang-Layang”. Semoga impian Exciting Banten segera terwujud.

Salam,

Nunuz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 5 =