Review: Critical Eleven-Ika Natassa

Critical eleven, menunjukan betapa kuatnya sepenggal kalimat menacap dalam benak seorang wanita, berakar hingga ke sanubari. Kalimat menyakitkan yang meruntuhkan rasa percaya, bahkan menggoyahkan cinta yang telah lama. Wanita adalah pengingat yang baik. Lebih tepatnya pendendam.

Berlatar belakang pertemuan dalam pesawat, hadirlah cinta antara Aldebara Risjad dengan Tanya Baskoro. Ale panggilan untuk sang tokoh pria, seorang pekerja keras, mapan, tampan, dan ahli perminyakan. Anya panggilan untuk tokoh wanita, seorang pekerja keras, hobi traveling, cantik dengan karier yang tak kalah keren dari Ale. Terlalu sempurna bukan?

Anya dan Ale kemudian jatuh cinta, mereka berpacara dan memutuskan menikah tak lama dari waktu mereka jadian. Hubungan singkat yang membawa mereka pada konflik-konflik pasca pernikahan. Susah lepas dari genggaman nih Novel, ditambah ada muatan-muatan sains tentang memori. Memori jangka panjang, jangka pendek, memori kamu, memori mantan gebetan.. Eh itu sih saya.. haha

Ale yang bekerja di laut lepas membuatnya harus meninggalkan Anya bahkan saat Anya sedang mengandung buah hati mereka. Bahkan Ale kadang tak ada disaat tersulit hidup Anya. Mampukah mereka bertahan? Baca sajalah ya.. Ga akan menyesal

Diceritakan dari sudut padanga Ale dan Anya secara bergantian. So, jadi bisa sedikit belajar pola pikir pria dan wanita. Membuat terkesan bahkan sebal setengah mati nih novel.

Setiap orang punya masa lalu, punya ingatan akan hari yang baik bahkan hari yang buruk. Yang baik untuk dikenang, yang buruk untuk pembelajaran agar bisa diperbaiki kedepannya. Episode-episode dalam hidup menjadi pembelajaran. Mungkin karenanya setiap orang bereaksi berbeda terhadap kasus yang sama.

Menemukan, Mendapatkan, dan Kehilangan, adalah ritme dalam hidup yang mau tak mau harus dijalani. Berbahagialah.

Saya sarankan baca buku yang ini dulu sebelum baca Critical eleven.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 3 =