Review: Divortiare by Ika Natassa

“Kita takkan bisa mengganti seseorang di masa lalu. Kita hanya membutuhkan seseorang yang mencintai dan yang kita cintai di saat ini dan masa yang akan datang. Dan untuk itu semua, mari kita singkirkan sedikit ego”

Kiranya itu yang saya tangkap dari Novel karya Ika Natassa. Bercerita mengenai pasangan muda Beno Wicaksono dengan Alexandra yang keduanya Workaholic abis. Cinta melabuhkan mereka pada sebuah mahligai pernikahan. Namun, apa yang terjadi setelah menikah tak semuanya manis, terkadang pahit, bahkan getir.

Dalam novel ini Ika Natassa mengambil latar profesi Dokter Bedah Jantung untuk sang tokoh pria dan Relationship Manager Bank untuk sang tokoh wanita. Waktu kerja yang tak mengenal jeda membuat komunikasi pasangan Beno dan Alex tak lagi harmonis. Hingga pada suatu ketika Alex meminta Beno menceraikannya. Kemudian mereka bercerai.

Novel ini membungkus cerita perceraian yang terburu-buru hingga tanpa sadar mungkin sebenarnya mereka saling merindu. Dikisahkan Alex yang masih menjadikan Beno sang dokter pribadinya selepas mereka bercerai, namun tetap ketus ketika Beno berpendapat mengenai kesehatannya. Alex yang masih berhubungan baik dengan ex ibu mertuanya. Alex yang hatinya selalu bertanya, apa yang dia inginkan ketika cinta yang baru hadir dan ingin masuk dalam hidupnya.

Dengan alur cerita yang maju mundur, sorry bukan maju mundur syantik. Cerita di novel ini terasa mengalir. Kadang di suatu momen tertentu, kita malah teringat dengan momen yang lain. Nah seperti itu kiranya novel ini bertutur.

Saya dibuat penasaran, greget, menyerengitkan dahi, bahkan mengacak-ngacak rambut saat membaca novel ini. Novel yang membuat saya berfikir, “Hidup itu jangan egois”. Novel yang sekali lagi menampar relung hati saya. menyadarkan apa sebenarnya makna sebuah komitmen?

Commitment is a funny thing, you know? It’s almost like getting a tattoo. You think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep-Alexandra (Divortiare)

Menjadi janda di usia 27, jelas mengubah hidup Alexa yang harusnya cemerlang gemilang. Namun, ia malah dihadapkan dengan pikiran-pikiran dan penilaian-penilaian orang terhadap status janda-nya. Yang seolah tak boleh berbahagia dengan orang lain.

“Kita tidak pernah bisa mengontrol apa yang dibicarakan orang tentang kita, tapi seharusnya kita punya pilihan untuk memposisikan diri, apakah mau mendengarkan atau tidak-Divortiare”

Apakah Alexandra mendengakan itu semua?

Baca saja bukunya, ga akan menyesal!

Buku Ika Natassa sebelumnya AVYHW, dan setelah buku ini adalah  Antologi Rasa. Baca berututan seru loh.

*picture from google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 1 =