3 hari 2 malam di Perkampungan Baduy

Lebih dari setahun berlalu kala terakhir kali saya berkunjung ketempat ini. Tepat minggu lalu, disela-sela kesibukan, terseliplah warna merah di kalender bulan Maret 2016 di hari Jumat. Waktunya kita berlibur. Saya langsung memutuskan untuk “mudik” ke Baduy. Saya ajak serta kedua teman saya yang kebetulah memang sedang membutuhkan liburan.

Entah untuk kali ke berapa saya berkunjung ke Desa Kanekes ini, maka dari itu saya menyebutnya “mudik”.  Suasana di Baduy sering membuat saya merindu untuk “pulang kampung”. Saya mengambil ponsel untuk menghubungi salah satu kenalan di Baduy Luar, mengabari mereka jika saya hendak kesana.

Jam menunjukkan pukul setengah dua belas siang, ketika elf kami melaju meninggalkan terminal Cimarga, menyusuri jalanan yang tidak begitu mulus melewati perkampungan demi perkampungan hingga akhirnya tiba di Ciboleger. Sebuah kampung perbatasan yang juga berfungsi sebagai terminal pemberhentian kendaraan bermotor.

Selamat datang di Ciboleger
Selamat datang di Ciboleger

Saya menerima tas carriel saya dari seorang kondektur elf, dan langsung menyangkutkannya pada bahu-bahu yang sudah saya istirahatkan kurang lebih satu setengah jam. Kami berjalan menaiki tangga demi tangga, melipir sebentar ke warung makan, mengisi perut yang mulai keroncongan. Kami pun berpapasan dengan beberapa orang Baduy Dalam yang sepertinya tengah mengantar beberapa tamu.

Perjalanan kami lanjutkan, hingga pada saat memasuki gerbang selamat datang, selengkapnya disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 5 =