Antologi Rasa-Ika Natassa: Kisah Cinta Yang Rumit

“Siapa bilang jatuh cinta hanya bikin orang jadi tolol dan konyol?”

“Jatuh cinta itu juga bisa bikin orang jadi kreatif, tahu. Paling nggak kreatif mencari-cari alasan kenapa masih mau aja mencintai orang itu walau sudah jelas-jelas bertepuk sebelah tangan.”

Antologi Rasa, kumpulan rasa, kumpulan perasaan, atau cerita mengenai kumpulan perasaan. Rasa manis, asam, asin, umami. Ups, bukan itu rasa yang tersaji di novel ini, melainkan Rasa yang ditimbulkan karena Cinta. Novel karya Ika Natassa ini dikemas dengan empat sudut pandang berbeda yaitu Keara, Harris, Ruly, dan Panji dan beberapa tokoh pendukung seperti Dinda, Denise, Panca, dan Kemal menjadikan kisah ini menarik, seru.

Bisa dibilang novel ini bercerita mengenai kisah cinta empat sahabat Keara, Denise, Ruly dan Harris. Mereka mencintai dalam diam, alasan klasik, karena takut merusak persahabatan. Kisah ini menjadi rumit ketika sesuatu terjadi antara Keara dan Harris. Cerita yang ringan, asik, dan cukup membuat kesal saat membacanya.

Mengapa jatuh cinta harus serumit ini? yah apa mau dikata memang cinta itu kadang bikin sulit. Sulit bernafas seperti ketika Ruly bertatapan dengan seorang wanita bermata cokelat dan jantungnya seakan ingin loncat. Atau, seperti Harris yang seolah sedang menaiki roller coaster tercepat di dunia sebanyak tujuh kali dan berharap tertabrak truk setelahnya, saat melihat pujaan hatinya bersama dengan orang lain. Mungkin seperti Keara, yang memendam sendu dalam hati, dan terisak-isak dalam tangis saat menyadari tak mungkin untuk memiliki.

Cinta dalam diam, yang tersimpan dan tak tersampaikan mungkin tetap akan terasa menyakitkan untuk siapapun di dunia ini, termasuk Harris sang play boy kelas kakap sekalipun.

Ada satu kalimat yang saya suka dari novel ini “Kecanggunag tidak pernah ada diantara dua orang yang tidak ada apa-apanya”

Kamu canggung terhadap saya? mungkin kamu ada apa-apanya dengan saya. Belum bayar hutang mungkin.

Sepertinya saya sedang tidak waras belakangan ini, sedang menjadi tolol. Bukan jatuh cinta penyebabnya, melainkan hal lain. Antologi rasa, kamu cukup menghibur untuk hari yang tiba-tiba terasa berat.

Saran saya, sebaiknya buku ini dibaca sebelum membaca Critical eleven

Terimakasih,

Nunuz

*cover from google images

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 9 =