Jalan-Jalan Sehat di Wisata Gunuang Padang

Gunuang Padang

Gunung Padang dengan Gunuang Padang sebenarnya merupakan dua tempat berbeda. Gunung Padang adalah situs purbakala yang menjadi objek wisata di Cianjur-Jawa Barat, sedangkan Gunuang Padang yakni objek wisata di Padang-Sumatera Barat. Namun keduanya sering tertukar lantaran pelafalan yang sama. Beda ejaan beda lokasi ya guys 🙂

Wisata Gunuang Padang atau memang dibacanya Wisata Gunung Padang merupakan area pebukitan di seberang selatan muara Sungai Batang Arau yang termasuk kawasan Padang Selatan. Menjadi Ikon Wisata Kota Padang, bukit setinggi 400 mdpl ini menyajikan panorama Kota Padang dan area disekitarnya yang sangat indah.

Jalan-jalan Sehat

Untuk bisa sampai di tempat ini, kita hanya perlu melintasi jembatan Siti Nurbaya dan kemudian menggambil arah kiri. Tepat di sebelah kanan jalan, terdapat sebuah gapura bertulisakan Wisata Gunuang Padang. Bukit ini cocok juga digunakan untuk jalan-jalan sehat pagi hari mau pun sore hari terutama di akhir pekan. Waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai di atas bukit Gunuang Padang pun lumayan, yaitu kurang lebih 20-30 menit.  Lalu ada apa saja sih di sana?

Pantai sekitar wisata Gunuang Padang
View di sepanjang jalur treking Gunuang Padang

Meriam dan Bunker Peninggalan Jepang

Saat memasuki gerbang, kita akan dikenakan biaya tiket untuk dewasa sebesar 5K/orang dan anak-anak 3K/orang. Kemudian, kita akan menemukan jalan setapak yang cukup landai, yang sebelah kananya merupakan muara Sungai Batang Arau dan sebelah kirinya terdapat beberapa sisa peninggalan Jepang seperti meriam dan bunker. Meriam yang terdapat di sana cukup besar dan berlokasi tepat didepan bunker. Mariam dan bunker tersebut seolah menjadi bukti bahwa dahula kala tempat ini menjadi daerah pertahanan tentara Jepang.

Mariam di Gunuang Padang
Mariam Peninggalan Jepang di Gunuang Padang

Semakin lama berjalan, kita akan menemukan jalan yang semakin menanjak kemudian tangga-tangga yang ditepi kanannya terdapat batu besar bercelah. Konon katanya, dibelakang batu besar tersebut terdapat makam Siti Nurbaya. Jadi penasaran kan?

“Woah, lumayan juga nih jalurnya najak.” ujar saya yang mulai kelelahan

Makam Siti Nurbaya di Gunuang Padang

Kami coba memasuki celah batuan tersebut untuk mengintip apa yang terdapat didalamnya. Sebelum masuk, kawan saya mengingatkan untuk tidak mengambil gambar di sana. Beberapa langkah memasuki celah batu, saya menemukan sebuah makam dengan ukuran cukup besar di bagian lembah. Akan tetapi, apakah itu benar makam Siti Nurbaya masih simpang siur, mengingat cerita tersebut merupakan karangan fiktif dari seorang penulis bernama Marah Rusli.

Lokasi Makam Siti Nurbaya
Celah batu besar dan Makam Siti Nurbaya

Kisah cinta Siti Nurbaya dan Samsul Bahri merupakan kisah yang paling terkenal di Minangkabau yang pertama kali rilis tahun 1922. Yah, seperti kisah “Romeo dan Juliet”, tapi versi Minangkabau lah. Tak heran, jika cerita tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Sumatera Barat. 🙂 🙂

Taman Siti Nurbaya

Kami kemudian meninggalkan celah batu dan melanjutkan perjalanan untuk sampai ke atas bukit. Sepanjang jalan menuju bukit lah, saya menemukan banyak sekali Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) bergelantungan di atas pohon. Beruntungnya monyet di sana masih takut sama manusia, jadi dia menghindar.

Taman Siti Nurbaya di Gunuang Padang
Suasana di Taman Siti Nurbaya

Di atas bukit, kita akan mendapati sebuah taman yang sudah tertata rapih dengan warung-warung makan disekitarnya, Taman Siti Nurbaya namanya. Taman seluas kurang lebih 180 meter persegi ini terlihat ramai. Apa karena saya berkunjung pada akhir pekan ya?

Sepertinya orang-orang memilih treking di Gunuang Padang pada pagi hari. Mereka mencari keringat dengan jalan-jalan sehat menaiki ratusan anak tangga di tempat ini. Kemudian bersantai setelahnya di atas bukit sembari menikmati bekal atau jajanan yang ada. Banyak dari pengunjung yang menggelar tikar dan duduk-duduk di gazebo yang tersedia.

Panorama Kota Padang

Kami memilih melipir ke setiap sudut taman untuk bisa melihat panorama Pantai Air Manis beserta Pulau Pisang Kecil dan Besar, panorama Pantai Padang dan Kota Padang, Teluk Bayur, bahkan Samudera Hindia. Namun sayang, pandangan saya cukup terganggu dengan tulisan “PADANG” yang super besar ala-ala “Hollywood”. Jadi ga bisa leluasa aja ngambil foto dari angle yang berbeda ke arah Kota Padang. Mungkin tulisan ini bagus kalau dilihat dari bawah, tapi posisinya kurang pas karena menghalangi pemandangan dari atas. Sayang sekali 🙁

Panorama dari Gunuang Padang
Panorama Pantai Padang dan Kota Padang
Panorama Gunuang Padang
View Pulau Pisang Kecil dan Besar di Pantai Air Manis

Terlepas dari itu semua, saya membayangkan melihat Kota Padang dari Gunuang Padang ini di malam hari, city light gitu. Pasti cantik banget! Boleh ga ya kira-kira bermalam di Gunuang Padang?

Mari berkelana, bahagia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 4 =