Serunya Mengintip Koleksi Museum Zoologi Bogor

Sebelas tahun tinggal di Bogor, menyandang status sebagai mantan mahasiswa Biologi dengan spesifikasi Zoologi, tapi ini kali pertama saya berkunjung ke Museum Zoologi Bogor (MZB). Kalimat ini seperti membuka aib saya. πŸ™‚

Jujur, saya tidak pernah berpikir untuk mampir ke Museum Zoologi Bogor setiap kali berkunjung ke Kebun Raya Bogor (KRB). Padahal nih ya, entah berapa kali saya mengikuti eventΒ yang diselenggarakan di sana, bahkan beberapa kali melakukan praktikum di KRB, tapi hasrat mengintip koleksi Museum Zoologi tak pernah terlintas. πŸ™‚ πŸ™‚

Lalu, kenapa sekarang mau berkunjung ke Museum Zoologi Bogor?

Agar tidak malu saat ditanya sudah berkunjung ke Museum Zoologi Bogor atau belum. haha πŸ™‚

Penasaran juga sih dengan koleksinya, bedanya apa sama yang di LIPI Cibinong, dan biar sah menjadi Biologist. Oke, kata yang terakhir coret aja πŸ™‚

Museum Zoologi Bogor
Lorong Museum Zoologi Bogor

Sejarah Museum Zoologi Bogor

Saat memasuki museum, saya melewati sebuah lorong yang kanan-kirinya terpajang foto-foto para peneliti Bidang Biologi-LIPI, serta informasi-informasi mengenai penelitian-penelitian yang dilakukan. Bagian langit-langitnya menjuntai beberapa poster bertuliskan Museum Zoologicum Bogoriense. Bercat putih pada dinding, kuning gading pada kusen-kusen, serta biru pada beberapa bagian garis didinding, membuat bangunan ini klasik.

Pada awalnya, bangunan bergaya arsitektur Hindia-Belanda yang didirikan tahun 1894 ini merupakan Laboratorium Zoologi. Bangunan yang bernama Landbouw Zoologisch LaboratoriumΒ ini merupakan hasil gagasan dari J.C Koningsberger, seorang ahli botani kebangsaan Belanda. Fungsi utama gedung ini sebagai laboratorium penelitian hewan pengganggu tanaman pertanian. Namun, tahun 1901 didirikanlah gedung baru sebagai ruang koleksi, ruang pameran, ruang kerja dan laboratorium.

Nama gedung ini terus berganti dari tahun ke tahun seiring perubahan fungsinya. Lebih dari sepuluh kali gedung ini berganti nama, yaitu Landbouw Zoologisch Museum (1896), Zoologisch Museum and Wekplaats (1909), Zoologisch Museum and Laboratorium (1910), Dobutsu Hakubutsukan(1942), Zoologisch Museum and Laboratorium(1946), Museum Zoologicum Bogoriense (1947), Lembaga Museum Zoologicum Bogoriense(1955), Museum Zoologicum Bogoriense (1962), Balai Penelitian dan Pengembangan Zoologi (1987), dan terakhir Museum Zoologi Bogor (2000-sekarang) (Sumber: situsbudaya.id).

Museum Zoologicum Bogoriense
Museum Zoologicum Bogoriense

Baca juga:Β Benarkah? Selain Kota Hujan, Bogor Memiliki Julukan Kota Pembela Tanah Air

Koleksi Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 Bogor dan dikelola oleh Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi-LIPI. Menempati salah satu sudut KRB, museum ini memiliki luas bangunan sekitar 750 meter persegi dengan lahan seluas 1500 meter persegi. Museum ini menjadi tempat penyimpanan koleksi spesimen awetkan maupun fosil hewan, sehingga cocok untuk dikunjungi jika ingin mengenal keanekaragaman hewan terutama yang ada di Indonesia.

Didalam museum terdapat banyak ruangan-ruangan dengan berbagai koleksi spesimen meliputi berbagai kategori, yaitu Mamalia, Burung, Ikan, Reptil dan Amphibi, Serangga, Moluska, dan Invertebrata lainnya. Semuanya terpajang dengan rapih dan teratur baik dilemari-lemari kayu berkaca, ditengah dan sudut ruangan, hingga didinding-dindingnya. Sayangnya, pencahayaan yang kurang, menjadikan ruangan terasa remang-remang.

Koleksi spesimen-spesimen di Museum Zoologi
Koleksi spesimen-spesimen di Museum Zoologi

Saya berjalan menyusuri satu ruang ke ruangan lainnya, melihat spesimen-spesimen yang ada dengan seksama. Koleksinya banyak sekali, hingga membayangkan seberapa lama waktu yang telah didedikasikan peneliti untuk mengumpulkannya dari berbagai sudut negeri. Koleksinya variatif banget sih ini, berbagai spesimen jenis-jenis serangga, burung, amfibi, reptil, danΒ ikan. Saya juga menemukan spesimen Ikan Coelachant, yaitu Ikan purba yang masih hidup sampai saat ini.

Beberapa Spesimen Burung
Beberapa Spesimen Burung

Saya pun cukup tercengang dengan kerangka Paus Biru (Balaenoptera musculus) yang super raksasa. Salah satu penemuan yang cukup besar di Pesisir Pameungpeuk Garut tahun 1916. Kerangka paus ini merupakan koleksi yang menjadi daya tarik selain Badak Tasik (Rhinoceros sondaicus) yang menjadi koleksi di tahun 1934. Ada juga koleksi dari bagian tengkorak hewan mamalia, seperti gajah (Elephas maximus sumatranus). Berbagai primata dari beberapa wilayah di Indonesia pun, seperti Bekantan (Nasalis larvatus) hadir menghiasi lemari-lemari kaca.

Kerangka Paus Biru
Kerangka Paus BiruΒ (Balaenoptera musculus)
Koleksi museum zoologi
Koleksi museum yang dipajang didinding

Kalau saya ibaratkan, museum ini seperti toko serba ada. Isinya banyak, padet banget, penuh. Mungkin butuh waktu lebih dari seharian kalau ingin berkeliling sambil membuat catatan di sana. Jika pencahayaan diperbaiki, belajar Zoologi mungkin menjadi lebih menyenangkan ditempat ini.

Main ke museum dengan anak seru juga ya πŸ™‚

Museum ini recommended banget sih untuk kalian yang memang ingin tahu hewan apa saja yang ada di Indonesia dari yang masih ada saat ini hingga yang sudah punah. Tempat ini akan memberi pengetahuan yang banyak untuk kalian. Apalagi kalau keterangan disetiap lemari spesimen dibaca satu persatu dengan seksama. Museum ini wajib buat kalian yang memang tertarik pada bidang Biologi. Bahkan, bisa menjadi tempat untuk anak-anak mengenal hewan-hewan, selain mengenalnya di kebun binatang. Mengunjungi museum bersama anak, sepertinya menyenangkan.

Saat berkunjung ke museum ini, saya tak punya waktu banyak untuk berkeliling dan membaca. Sejujurnya, agak mual juga sih bacanya, jadi berasa kuliah lagi. Tapi, suatu saat saya akan balik lagi Β ke museum ini, saat isi batok kepala meminta asupan nutrisi. πŸ™‚

Baca Juga:Sehari Menjadi Turis Lokal di Kota Bogor (Bagian 1): Museum Perjuangan

Bagi kalian yang ingin berkunjung kesana, catat info penting berikut!

Jam Oprasional :

  • Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB

Harga Tiket Museum Zoologi Bogor*:

  • 16K Domestik
  • 26K Mancanegara
  • Parkir Motor 5K
  • Kendaraan Roda Empat 30K
  • Sepeda 5K

* Tiket masuk Museum satu paket dengan Tiket Kebun Raya Bogor

Rute dan Transportasi Ke Kebun Raya Bogor:

Dari Stasiun Bogor:

Menggunakan Angkot 02 melewati Tugu Kujang. Kemudian turun di Pintu 1 KRB tepat didepan Gerbang Surya Kencana.

Dari Tol Jagorawi:

Tepat didepan Terminal ambil arah kanan ke Tugu Kujang, ambil kiri (jalan satu arah) ke Pintu 1 KRB.

Oke, sudah dulu ya cerita tentang Museumnya. Oh ya, karena lokasinya di Kebun Raya Bogor, jadi bisa sekalian deh belajar tumbuhan-tumbuhan juga di sana. Biar tambah pintar dan berwawasan. πŸ™‚ πŸ™‚

Mari Berkelana, Bahagia!

71 comments

  1. Sudah berbilang tahun mengunjungi museum zoologi ini, tulisan detail Kak Nufus ini mengingatkan kembali masa itu. Hehehe… Foto kerangka nya ngingetin sama Night at the museum movie ga sih?

  2. Kemarin itu pas ke Bogor sempat lewatin museum ini, sayangnya nggak mampir karena nggak ada agenda kesana. Next kalau ada kesempatan mau coba kesana deh. Hehe..

  3. Kalau ngebayangin, ahli Biologi khususnya Zoologi, bisa “menghidupkan” kembali binatang yang sudah punah, misalkan T-Rex (atau Mammoth) biar kaya di film wkwkwk…

    BTW, kerangka paus biru pasti gede banget dan bikin sempit ruangan….

  4. Membaca artikel ini seperti membaca aib sendiri. Entah sudah berapa kali saya mengunjungi dan menggelar piknik di Kebun Raya Bogor, tetapi saya belum pernah mengunjungi Museum Zoologi sama sekali.

  5. Kereen, ternyata di dalam museum zoologi itu keren sekali koleksinya. Dulu sewakti di Bandung saya pernah ke bagian zoologi kebun binatang Bandung dan langsung pusing lihat toples2 berisi embrio yang diawetkan dengan cairan,
    sampai temen saya bilang “manisan gorila” waktu lihat toples embrio kera. Hii jadi kapok.

    Selama ini kalau ke kebun raya Bogor, ingin mampir tapii selalu sudah cape dan kadang sudah tutup. Ahh harus segera ke sana kalau tahu koleksinya sebagus itu

  6. sewaktu SMA aku pernah ke sini nih kak, disana informasinya cukup lengkap ya kak..
    gak apa-apa kak, biar baru kesana yang penting engga tidak sama sekali hehehe.

  7. Saya bolak balik melewati museum Zoologi Bogor, tapi belum juga kesampaian untuk berkunjung. Saya tertarik melihat langsung kerangka ikan paus biru, apakah semenarik koleksi di museum serupa di kota Ambon. Sepertinya lebih lengkap ya kak dan sangat edukatif. Terimakasih ya kak info nya lengkap sekali…

  8. Seumur-umur ke bogor belum pernah nyempetin buat kesini. Tp setelah baca tulisannya, kayaknya bagus nih untuk dikunjungi kalau ke bogor lagi. Terimakasih kak informasinya.

  9. Benar, Museum Zoologi ini sebenarnya seru juga buat dijelajahi tetapi mungkin pencahayaannya kudu diperbaiki ya, agar belajarnya pun menyenangkan.

  10. Wah, aku sering ke KRB tapi belum pernah masuk ke sini. Buat anak-anak bagus juga nih, ya, biar belajar tentang anatomi hewan. Seru banget liat kerangka-kerangka hewan. Btw lihat foto-foto ini jadi inget film Jumanji πŸ˜€

  11. Museum merupakan sarana untuk belajar yang sangat menarik sayangnya saat ini promosi dan kemasan wisata museum masih kurang dibandingkan dengan wisata alam, mungkin ini saatnya wisata museum untuk dapat dipromosikan dan dikemas dalam paket yang lebih menarik, program kunjungan museum setiap sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas dapat menjadi program yang sangat menarik dan setiap museum dilengkapi dengan banyak pemandu yang atraktif dan komunikatif, gw kira museum akan menjadi tujuan wisata yang populer di masyarakat.

  12. Eh boleh banget tuh sekali2 mampir kesana.. pengen liat kerangka badak sama paus biru segede apa.. lumayan sekalian mampir ke kebun raya.. hihihi..

  13. Hemm ..Tentang kerangka paus biru di museum Zoologi Bogor, mengingatkan saya pada kerangka ikan paus yang tersimpan di Museum Siwalima Ambon. Besar sekali ya Kak, kerangka nya saja sebesar itu, bagaimana aslinya…. ?

  14. Aku pernah ke Museum Zoologi tapi mungkin saat masih SD, jadi sudah lupa bagaimana isinya. Hehe. Ternyata menarik ya museumnya, supaya kita juga bisa lebih mengenal hewan-hewan yang mendiami bumi seperti kita.

  15. nah inget zoologi inget sekolah dulu, persis depannya adalah tempat nongkrong, pas bolos sekolah, pulang sekolah, dsb. Sekarang dah rapih disana ya dan satu arah juga jalurnya, ga semrawut lagi kaya dulu.

  16. Aku juga lumayan sering main ke KRB tapi barulah ini aku tahu ada museum zoologi di dalamnya. Aku merasa sia-sia bolak-balik Bogor tapi enggak ke museum ini. Hahahaha….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 6 =