6 Museum di Sekitar Kebun Raya Bogor

Kota Bogor, selain identik dengan Kota Hujan, ia juga identik dengan hutan tengah kota yang kita sebut Kebun Raya Bogor (KRB). Berada dijantung kota, KRB yang lokasinya bersebelahan atau bisa disebut satu komplek dengan Istana Kepresidenan RI menjadi daya tarik wisatan untuk berkunjung kesana. Nah, selain bisa berkunjung ke KRB, kamu sebenarnya bisa memanfaatkan liburanmu di Kota Hujan untuk mengunjungi beberapa museum disekitar KBR. Berikut ini 6 Museum di Bogor yang bisa kamu kunjungi!

  1. Museum Perjoangan Bogor
Museum Perjoangan Bogor
Museum Perjoangan Bogor Tampak Depan

Museum Perjoangan Bogor berada tak jauh dari Stasiun Bogor, tepatnya di Jalan Merdeka No. 56. Dibagian depan gedung tertulis 10 November 1957 sebagai penanda diresmikannya museum ini. Museum ini menyimpan benda-benda bersejarah mengenai perjuangan rakyat Bogor untuk merebut Kemerdekaan Republik Indonesia. Terdapat banyak sekali koleksi senjata dan pakaian perang, kliping-kliping koran mengenai perjuangan, serta diorama-diorama yang menggambarkan perjuangan rakyat Bogor.

Museum Perjoangan Bogor
Koleksi dari Museum Perjoangan Bogor

Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-16.00 WIB

Tiket: 5K/orang

Baca Selengkapnya: Berkeliling Museum Perjuangan Bogor

 

  1. Museum Peta
Museum Peta
Museum Peta Tampak Depan

Museum yang pembangunannya dimulai pada 14 November 1993 oleh Umar Wirahadikusuma dan diresmikan pada Desember 1995 oleh Presiden Soeharto ini berlokasi di Komplek Zeni tepat di jalan Sudirman No. 35 Bogor. Jika kamu suka berwisata kuliner di area air mancur, museum ini tak jauh dari sana.

Gedung-gedung berupa komplek ini pun memang zaman dahulunya difungsikan sebagai pusat pelatihan tentara sukarelawan bentukan Jepang, yaitu Pembela Tanah Air (Peta). Saat ini, selain terdapat museum, tempat ini menjadi pusat pelatihan Tentara Nasional Indonesia. Jangan heran jika di sana kamu bisa menyaksikan para tentara sedang panas-panasan di lapangan.

Museum Peta
Salah satu koleksi diorama di Museum Peta

Sesuai namanya, Museum Peta ini menyimpan informasi mengenai sejarah terbentuknya tentara sukarelawan Peta hingga kemerdekaan Indonesia. Terdapat empat belas diorama yang menggambarkan perjuangan-perjuangan Peta saat itu. Selain itu, terdapat pula senjata-senjata yang digunakan untuk perjuangan.

Jam Operasional: Senin-Jumat, 08.00-15.00 WIB

Tiket Masuk: 10K/orang

Baca selengkapnya: Museum Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor

 

  1. Museum Zoologi
Museum Zoologi Bogor
Pintu Masuk Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor berlokasi satu komplek dengan Kebun Raya Bogor (KRB), tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 Bogor. Museum ini dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bidang Zoologi. Karena judulnya Zoologi alias Ilmu yang mempelajari hewan, maka koleksinya pun tak jauh-jauh dari hewan. Koleksi spesimen hewan pun beranekaragam mulai dari hewan invertebrata hingga vertebrata, mulai insekta hingga mamalia.

Museum Zoologi Bogor
Koleksi Tengkorak Hewan di Museum Zoologi Bogor

Untuk memasuki Museum Zoologi Bogor, kamu cukup masuk lewat pintu KRB dan membayar tiket di sana. Tiket yang kamu beli sudah termasuk tiket wisata di KRB. Asik kan?

Jam Operasional: Setiap Hari, 08.00-16.00 WIB

Tiket Masuk: 16K/ orang untuk domestik, 26K/orang untuk mancanegara

Baca selengkapnya: Serunya Mengintip Koleksi Museum Zoologi Bogor

 

  1. Museum Tanah
Museum Tanah
Bangunan Klasik Museum Tanah

Gedung tua yang dibangun tahun 1905 dengan bergaya arsitektur Eropa ini memang diperuntukan sebagai Laboratorium Penelitian Agrogeologi dan Survey Tanah (Laboratoriun Voor Agrogeologie En Grond Onderzoek) dan merupakan Balai Penelitian Tanah sampai saat ini. Barulah pada tanggal 5 Desember 2017 diresmikan Museum Tanah oleh Menteri Pertanian RI yaitu Dr. Ir Andi Arman Sulaiman di area gedung ini.

Museum Tanah
Koleksi Bebatuan dan Berbagai Jenis Tanah di Museum Tanah

Museum yang belum genap satu tahun ini menempati gedung tua paling depan di Jalan Ir. H. Juanda No. 98 Kota Bogor, tepat berseberangan dengan Museum Zoologi. Memasuki gedung museum, saya jamin kalian akan terkesan dengan interior yang ada di sana. Lampu-lampu hias nan mewah namun klasik menggantung langit-langit gedung memberi pencahayaan yang hangat temaram.

Untuk koleksinya sendiri, museum ini menyimpan berbagai jenis batuan dan tanah yang diambil diberbagai wilayah di Indonesia. Saya jadi teringat kawan-kawan yang mengambil jurusan Ilmu Tanah saat kuliah di Kota Hujan. Apa kabar dengan Dastan alias Dasar-dasar Ilmu Tanah? 🙂

Jam Operasional: Senin-Jumat, 08.00-15.00 WIB

Tiket Masuk: Gratis

Baca Selengkapnya: Museum Tanah Bogor Yang Cantik Bergaya Klasik

  1. Museum Sejarah Alam Indonesia
Museum Sejarah Alam Indonesia (Munasain)
Museum Sejarah Alam Indonesia (Munasain) Eks Gedung Hergarium Bogoriense

Museum Sejarah Alam Indonesia (Munasain) sangat asing ditelinga dan baru saya dengar setahun belakangan ini. Saya kemudian mencari infonya via internet dan menemukan gedung yang dibagian depannya tertulis Herbariun Bogoriense. Gedung tersebut yang saya tahu adalah pusat penelitian Botani (Tumbuhan) dan menyimpan banyak koleksi awetan tumbuhan (Herbarium). Saya pun belum sempat mengunjunginya sekalipun. Pernah sekali kesana dihari libur dan tutup. 🙁

Museum Sejarah Alam Indonesia (Munasain)
Berbagai Informasi yang Terpajang di Munasain

Baru setelah namanya berubah, saya punya kesempatan untuk berkunjung ke tempat ini. Dilansir di situs resmi museum ini, Munasain merupakan pengembangan dari Museum Etnobotani Indonesia (MEI). Koleksi yang tersebar di dua lantai gedung yang terbilang besar ini cukup banyak dan didesain dengan ciamik. Kalau anak sekarang bilangnya instagramable. Bagi kalian yang ingin mengenal alam Indonesia bisa berkunjung ke museum yang cantik dan informatif ini.

Jam Operasional: Senin-Jumat (08.00-16.00 WIB), Sabtu-Minggu (09.00-14.00 WIB)

Tiket Masuk: 5K/orang

Baca Seengkapnya: Narsis Abis di Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain)

  1. Museum Kepresidenan Balai Kirti
Museum Kepresidenan Balai Kitri
Bagian dari ruangan Museum Kepresidenan Balai Kitri (Foto dari Liputan6.com)

Sesuai namanya, museum ini menyimpan segala informasi mengenai kepresidenan dari mulai Presiden pertama Soekarno, hingga Presiden saat ini Jokowi. Museum yang tergolong modern ini terbuka untuk umum. Namun, untuk mengunjungi museum harus mengirim surat kunjungan terlebih dahulu kepada Kepala Museum Kepresidenan RI (Email: museumkepresidenanindonesia@gmail.com). Info lengkapnya syarat dan tata cara bisa kunjungi situs ini https://kebudayaan.kemdikbud.go.id.

Balai kirti
Foto dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id

Karena lokasinya yang berada di lingkungan istana, jadi aturannya sedikit ketat. Saya sendiri belum pernah berkunjung ke museum ini. Jadi masih hutang satu museum di Bogor. Ada yang mau ke sana bareng saya di bulan Desember? Agar bisa rombongan gitu 🙂

Jam Operasional: Selasa-Jumat (09.00-15.00 WIB), Sabtu-Minggu (09.00-13.00WIB), Senin (Tutup)

Tiket Masuk: Gratis

 

Mari berkelana, bahagia!

56 comments

  1. Jadi inget, beberapa kali batal trip ke museum-museum tersebut karena satu dua hal. Sampai beberapa waktu kemarin ke Bogorpun, belum juga sempat ke museum tersebut. Biasanya setelah baca tulisan kakak ke museum, eh beberapa waktu kemudian, malah ke sana. Semoga ini juga seperti itu ya, aamiin

    1. Aaamiin. Ku pun kalau rencana berkunjung ke museum sering banget batalnya. Ga banyak juga sih org yang suka diajakin main ke museum. 🙂

    1. Iya banyak, bisa aja sih toh dejet-deket lokasinya. Cuma agak maraton aja kali ya berkunjungnya. mulai dari jam 8 pagi non stop sampai jam 4 sore.

  2. Sang pecinta museum rupanya sudah punya link artikel tentang museum, keren dah.

    Sesekali ajak pembaca tracking gunung atau kemping gitu. Lebih menantang dibandingkan ke museum.
    Nanti saya yang pertama daftar deh😂

    1. Sekarang Museum dulu lah, tahun depan baru ngegunung lagi. Musim hujan males becek-becekan digunung. Udah pernah naik gunung pas musim hujan. Ga lagi-lagi deh repot. 🙂

  3. jujur saya baru tau loh museum-museum ini di Bogor. hehe
    saya kalau ke Bogor hanya ke KRB saja, nanti kalau saya ke Bogor bisa jadi alternatif pilihan selain KRB nih. terimakasih infonya mba 🙂

  4. Wahhh aku belum pernah sama sekali mengunjungi museum di daerah kisaran KRB . makasih loh mbaa informatif sekali jadi kalo ke bogor bisa mampir ke sana sekalian belajar bukan sekdar kuliner aja hihihihi

  5. museumnya banyak ya.. Saya malah belum sama sekali berkujung ke museum-museum di KRB. KRB aja hanya lewat doang. semoga aja nanti bisa kesana .. murah tapi ilmunya mahal luar biasa.

    1. Harus banget sih. Bangunan Kuno di bogor sebenernya banyak. Tersebar gitu. Bangunan didepan museum tanah ga kalah bagus juga 🙂

  6. Museum tuh menurutku peminatnya nggak banyak. Museum zoologi bisa buat menarik perhatian anak-anak karena isinya ada hewan-hewannya

    1. Iya ga banyak sih yang minat. Makanya banyak yang renovasi untuk bikin museum lebih interaktif.
      Kayaknya Kesan museum kuno dan gelap masih mendominasi museum di Indonesia deh 🙂

  7. Ya ampun, ternyata hanya satu museum yang baru saya kunjungi, museum zoologi sama kayak kak kalena. Nama2 museum di atas serasa masih asing ditelinga padahal udah sering ke Bogor hehe

    Makasih kak infonya jadi tau dan mau coba mampir nih

    1. Kalau mau seharian mesti agak maraton kali ya dan ga dihari libur. Karena beberapa museum buka hanya di jam kerja.
      Nih rute kalau mau muter seharian:
      Start dari Museum Perjuangan (deket dari stasiun/ buka jam 8 pagi)-Museum Peta (deket air mancur)-Museum Zoologi (di KRB)-Museum Balai Kirti (di KRB deket istana)-Museum Tanah (Depan pintu utama KRB)-Munasain (Depan Pintu 2 KRB/ tutup jam 4 sore).

  8. Saya kalau ke kebun raya ya ke kebun raya saja..enggak ke museumnya..hiks
    ternyata lengkaap ada banyak pilihannya.
    Wah berarti enggak bisa pulang hari ini dari Jakarta, musti nginap di Bogor biar puas keliling seharian…

    1. Iya semuanya deket-deket dari KRB kok.
      Kalau mau muter bisa start dari Museum Perjuangan-Museum Peta-Museum Zoologi-Museum Balai Kirti-Museum Tanah-Munasain.
      Munasin dulunya dikelan museum etnobotani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 7 =