Serunya Jalan dan Jajan di Kota Bandung

Dua minggu belakangan ini saya sibuk mengukur jalan dari Banten-Jakarta-Bandung-Bogor-Jakarta-Bandung-Banten-kemudian kembali lagi ke Bandung. Ratusan kilometer saya tempuh sebagai ikhtiar untuk menjemput rezeki di Kota Kembang ini. Disela-sela kesibukan tersebut, saya menyempatkan diri untuk menikmati wisata di Bandung. Kota yang selalu menjadi tempat tujuan berlibur favorit untuk banyak orang, terutama mereka yang merindukan udara segar dan makanan enak.

Kendaraan roda dua yang saya tumpangi melintas dijalanan beraspal nan mulus untuk mengintari Kota Bandung. Meskipun jam menunjukkan lewat pukul sepuluh dan matahari mulai menghangatkan bumi, tapi herannya angin masih saja menghembuskan hawa dingin. Siang itu, kami hendak menuju Toko Kopi Aroma yang tersohor di Bandung, karena saya ingin membawa buah tangan ke Kota Hujan.

 

Suasana Klasik Jalan Braga

Saat tiba di depan toko, kami baru sadar kalau hari itu minggu dan toko kopi ini tutup. Akhirnya, kami memutar haluan menuju kedai kopi di Braga. Tiba di Jalan Braga yang tersohor, suasana ramai saya rasakan. Banyak kendaraan dan orang berlalu lalang di jalan yang punya gaya klasik ini. Bahkan, beberapa orang sedang asik berfoto dan melakukan pemotretan di sudut-sudut Jalan Braga. Saya pun tak mau ketinggalan untuk mengarahkan kamera ke berbagai sudut sepanjang kami mencari kedai kopi.

Jalan Braga
Bandros melintas Jalan Braga yang ramai di hari minggu
Jalan Braga
Pelukis Jalanan, pemandangan khas Jalan Braga
Jalan Braga
Bangunan-bangunan klasik di sudut-sudut Jalan Braga
Jalan Braga
Tiang-tiang bendera yang terlihat rapih

 

Tiba-tiba Sampai di Museum Asia Afrika

Saya suka berjalan kaki di Jalan Braga ini, hingga tiba-tiba telah sampai di samping Museum Konperensi Asia Afrika.

“Buka ga sih Bal kalau hari minggu?” tanya saya ke Iqbal.

Ga tahu coba aja dilihat kedepannya.”

Gue belum pernah sih masuk museum ini. Masuk yuk!” ajak saya.

Ternyata museum buka dihari itu, dipintunya tertera keterangan museum buka dan tiket masuk yang gratis. Kami pun segera masuk dan eksplore sebentar di museum ini. Terungkap pula kalau teman saya yang satu ini juga belum pernah berkunjung ke museum ini. haha

Museum Asia Afrika
Museum Konperensi Asia Afrika
Museum Asia Afrika
Disambut makhluk ini di pelataran Museum Konperensi Asia Afrika

Saya dan Iqbal memasuki area gedung dan langsung berjalanan menuju meja pendaftaran. Mereka menjelaskan jika ingin didampingi pemandu, mereka menyediakannya dengan cuma-cuma namun harus menunggu pukul sebelas siang. Beruntunglah tinggal 5 menit lagi, jam menunjuk angka sebelas. Apa saja yang bisa saya lihat di gedung ini, saya ceritakan dipostingan berikutnya saja ya. 🙂

 

Kedai Kopi Djawa

Kami tak lama singgah di museum, perut keroncongan sudah tak dapat ditolerin. Namun, saya harus membeli kopi terlebih dahulu. Akhirnya setelah berjalan kaki kurang lebih sepuluh menit, saya tiba disebuah gedung berkaca cukup besar bertuliskan ‘Kopi Toko Djawa’. Segera saya mencari kopi Arabika dalam bentuk biji tapi telah di-roasting di kedai ini.

Kopi Toko Djawa
Kopi Toko Djawa di Jalan Braga

Sambil menunggu di kasir, saya sempat melihat-lihat kondisi di dalam kedai yang ramai. Bahkan beberapa orang duduk menunggu giliran untuk mendapatkan meja. Sepertinya sih sajian kopi ditempat ini enak. Fyi, kopi Arabika Aceh Gayo yang saya beli kemudian diseduh sendiri dan rasanya enak, pahit dan asamnya pas, serta ada sedikit hangat. Besok-besok mampir sini lagi ah, coba es kopi. 🙂

 

Baso Cuankie dan Batagor Serayu

Segera setelah mendapatkan kopi, kami meninggalkan Braga menuju tempat makan yang Iqbal rekomendasikan. Begitu sampai, saya cukup kaget melihat antrean panjang di depan sebuah warung sederhana yang menjual Bakso Cuankie dan Batagor.

Gila Bal, rame banget. Antrinya ga nahan sih. Seenak apa sih Baksonya.” komentar saya.

Bakso Cuankie Serayu
Antrean yang mengular di Bakso Cuankie Serayu

Melihat antrean yang panjang, saya makin penasaran dengan rasa Bakso Cuankie ditempat ini yang konon punya pangsit yang berbeda dan enak. Kami memesan dua porsi Bakso Cuankie dan seprosi Batagor. Semuanya ludes tak bersisa. Antrean masih mengular diluar ketika saya selesai menikmat makanan dan beranjak meninggalkan Jalan Serayu ini. Kalau kamu sedang liburan ke Bandung, kamu wajib mencicipi Bakso Cuankie ini deh.

Bakso Cuankie dan Batagor Serayu
Saking banyaknya pelanggan sampai seperti ini deretan Bakso Cuankie Serayu
Batagor dan Baso Cuankie Serayu
Batagor dan Baso Cuankie Serayu

 

Eiger Store Jalan Sumatera

Tujuan berikutnya adalah toko alat-alat outdoor andalan, yaitu Eiger. Memasuki toko ini, saya bisa gelap mata sih, karena barang-barangnya kece parah. Selain itu, tempatnya juga asik banget, desain gedungnya bagus, ada kedai kopi juga, jadi bisa belanja sekaligus ngopi dan ngobrol-ngobrol di tempat ini.

Eiger Store Jalan Sumatera
Jajan di Eiger Store

 

Stasiun Bandung

Puas berwisata di Bandung, saya harus segera beranjak ke Kota Hujan untuk sebuah urusan mendadak. Mencari tiket kereta go show menuju Jakarta di hari minggu ternyata merupakan sebuah kemustahilan. Tiket penuh dan tak tersisa satu kursi pun. Akhirnya terpaksa menggunakan Bus dan bermacet-macetan menuju Bogor. 🙁

Stasiun Bandung
Lokomotif Stasiun Bandung

Sebenarnya ada alternatif kendaraan lain sih untuk melakukan perjalanan ke Bandung. Akhir-akhir ini beberapa penyedia layanan tiket online memberikan tiket pesawat promo. Kalau pinter-pinter sih, kamu bisa dapat harga tiket pesawat ke Bandung dengan harga miring diaplikasi pegipegi. Cara pesan tiketnya pun mudah sekali, kamu hanya cukup buka aplikasi Pegipegi. Kemudian pilih pesawat untuk mencari rute tiket pesawat dan tanggal perjalanan yang kamu inginkan. Cari tiket dan jam penerbangan yang kamu inginkan deh. Saat akan melakukan pilihan fitur pembayaran, jangan lupa masukan kode promo yang sedang berlangsung ya. 🙂

 

Wiki Koffie

Dua hari berikutnya, saya kembali lagi ke Bandung. Sudah seperti setrikaan kan yang digosok bolak-balik. Sambil membunuh waktu hingga pukul dua siang, saya singgah di Kedai Wiki Koffie ini. Mari meredakan naga yang sedang ngamuk di dalam perut! 🙂

Wiki Koffie
Wiki Koffie, Kedai Kopi di Jalan Braga
Wiki Koffie
Menunya tak hanya seputar kopi 🙂

Kedai yang berlokasi di Jalan Braga ini memiliki desain yang ciamik dan colorful. Lampu-lampu yang menggantung terlihat klasik. Menu yang tersedia pun beragam mulai dari nasi sampai kopi. Saya memesan menu ikan dan camilan wafel yang ternyata berbentuk ikan pula. 🙂

Makin siang, kedai ini makin ramai dengan berbagai macam pelanggan. Dibeberapa sudut terlihat anak muda mengerjakan sesuatu dengan leptop terbuka. Sedangkan disudut lain terdapat beberapa mamah muda dengan beberapa anak yang berseragam sekolah dasar. Tak lupa beberapa pelanggan berseragam kantor pun juga menghiasi sudut lainnya di kedai ini. Sepertinya kedai ini merangkul pelanggan dari berbagai segmen usia.

Saat ini saya sudah pindah ke Bandung coret, kapan-kapan saya mau wisata lagi melihat sisi lain kota yang dijuluki Paris Van Java ini ah. Tunggu cerita-cerita saya berikutnya ya. 🙂

 

Mari berkelana, bahagia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 9 =